Sunday, May 15, 2016

Puncak ketiga Metta di Gunung Tandikat 2438 mdpl.

Gunung Tandikat – Dalam dialek bahasa minang dikenal dengan nama gunung Tandikek. Merupakan salah satu dari tiga gunung sumatera barat yang dikenal dengan sebutan puncak tri arga yang artinya penyangga langit Minangkabau (gunung singgalang, gunung marapi, gunung tandikat). Gunung yang bertipe stratovolcano dan ditutupi hutan hujan tropis ini memiliki ketinggian sekitar 2438 mdpl yang merupakan gunung terendah dari gugusan puncak tri arga.

Tanggal 05 mei 2016.

Perjalanan dilakukan dengan motor melalui permandian lubuk mata kucing padang panjang menuju desa Singgalang Ganting. Sesampai didesa Ganting dekat pos pendakian kami membayar uang registrasi sebesar Rp.7.000,- perorang yang di kelola oleh pemuda dan wali nagari setempat, dan kami menitipkan motor di kedai anak tertua pak Lelo alm serta membayar uang sebesar Rp.10.000,- permotor.
Pos pendakian gunung Tandikat
Kedai tempat penitipan motor

Disamping kedai terdapat jalur irigasi air, hari sudah menunjukkan pukul 15.30 sore kamipun mulai berjalan menyusuri jalan irigasi untuk menuju sungai tempat pintu rimba.Setelah berjalan sekitar 45 menit kamipun sampai di sungai pertama
 Sungai dekat pintu rimba

Pendakian dilanjutkan menuju ke shelter mata air, hari sudah menujukkan pukul 5 sore dan cuaca sudah memulai gerimis dan hujan sedang, melalui daerah kawasan pacet serta gelap yang menghampiri membuatku kedinginan dan hasilnya 4 gigitan pacet membuat tanda berdarah dikakiku. Metta sempat menangis karena baru sekali ini berkenalan dengan pacet ditambah gelap dan dingin, lapar serta mengantuk lagi, lengkap sudah penderitaanku rasanya. Untunglah setelah pendakian yang melelahkan ini akhirnya sampailah kami di shelter dekat mata air ... ah nikmatnya bisa beristirahat dalam tenda kini.

 bersama kak Ela di lokasi kawasan pacet 
 4 tanda mata gigitan pacet
shelter mata air
asyiknya istirahat di dalam tenda

Tanggal 06 mei 2016

Setelah selesai istirahat di shelter, kamipun melanjutkan perjalanan menuju puncak Tandikat, melewati 2 buah aliran mata air dan pendakian yang cukup melelahkan. Hutan menuju puncak cukup rapat dan banyak terdapat batang kayu roboh di sepanjang rute pendakian. Pagi ini Metta bersemangat sekali menuju puncak dan pacetnya sudah agak jarang di tambah cuaca cerah. Perjalanan dari shelter ke puncak memakan waktu sekitar 2,5 jam di tambah banyak bonus PHP, tapi semuanya sangat asyik Metta jalani.
istirahat sejenak
batu surya

Setelah melewati hutan yang rapat dan alami ini sampailah kami di tempat terbuka puncak dekat kawah syukurlah akhirnya perjuanganku tidak sia sia.

 Puncak Tandikat 2438 mdpl

Setelah istirahat sejenak, kamipun berjalan menyusuri pinggiran jurang mencari jalan menuju jalan turun ke dalam kawah. Inilah photo pemandangan turun ke dalam kawah Tandikat

 Dimana bumi kupijak disanalah langit kujunjung


 Terima kasih papa Herwin telah mengajak Metta di tempat yang indah ini

 Terima kasih om Taufik Hidayat alias om gelitik atas bantuannya dan bermain dengan Metta


Terima kasih om Arman atas kebersamaan ini


lubang belerang masih aktif


gua belerang

 masak dalam tenda
edelweis Tandikat
 main di pasir putih kawah

makan bersama

bersama papa di pasir putih kawah tandikat



bersama sahabat di pasir putih kawah

Tanggal 07 mei 2016

Tiada pesta yang tiada berakhir akhirnya kami kembali pulang ke bawah dengan membawa sejuta kenangan yang indah. Terima kasih semuanya yang telah menyertai perjalanan Metta ke gunung Tandikat ini, semoga kita bisa bertemu lagi ... Jangan ada pacet di antara Metta bisa kencang larinya.


Bagiku hidup ini hanya sekali, maka warnailah hidupmu ini dengan menikmati segala keindahan ciptaanNYA dengan hal yang positif. Alam banyak mengajarkanku untuk dapat menjadi manusia seutuhnya dan pribadi yang tangguh melalui proses yang panjang. Perjalanan dapat menambah sahabat serta pengalaman menemukan dan belajar hal - hal yang baru daripada berdiam diri di rumah. Keluar dari zona nyamanku dan serahkan diri kepada Tuhan, maka biarkanlah alam yang akan bekerja membentuk jati diriku. Aku mencintai penciptaku, kehidupan dan segala ciptaanNYA, dan aku merasa seperti dilahirkan kembali menjadi manusia yang baru ... untuk inilah aku mendaki ...





Saturday, January 16, 2016

Puncak kedua Metta Gunung Kerinci 3805 mdpl

Gunung Kerinci (juga dieja "Kerintji", dan dikenal sebagai Gunung Gadang, Berapi Kurinci, Kerinchi, Korinci, atau Puncak Indrapura) adalah gunung tertinggi di Sumatra, gunung berapi tertinggi di Indonesia, dan puncak tertinggi di Indonesia di luarPapua. Gunung Kerinci terletak di Provinsi Jambi yang berbatasan dengan provinsi Sumatera Barat, di Pegunungan Bukit Barisan, dekat pantai barat, dan terletak sekitar 130 km sebelah selatan Padang. Gunung ini dikelilingi hutan lebat Taman Nasional Kerinci Seblat dan merupakan habitat harimau sumatra dan badak sumatra.
Puncak Gunung Kerinci berada pada ketinggian 3.805 mdpl, di sini pengunjung dapat melihat di kejauhan membentang pemandangan indah Kota JambiPadang, dan Bengkulu. Bahkan Samudera Hindia yang luas dapat terlihat dengan jelas. Gunung Kerinci memiliki kawah seluas 400 x 120 meter dan berisi air yang berwarna hijau. Di sebelah timur terdapat danau Bento, rawa berair jernih tertinggi di Sumatera. Di belakangnya terdapat gunung tujuh dengan kawah yang sangat indah yang hampir tak tersentuh.
Gunung Kerinci merupakan gunung berapi bertipe stratovolcano yang masih aktif dan terakhir kali meletus pada tahun 2009.
Gunung Kerinci berbentuk kerucut dengan lebar 13 km (8 mil) dan panjang 25 km (16 mil), memanjang dari utara ke selatan. Pada puncaknya di sisi timur laut terdapat kawah sedalam 600 meter (1.969 kaki) berisi air berwarna hijau. Hingga sekarang, kawah yang berukuran 400 x 120 meter ini masih berstatus aktif.
Gunung Kerinci termasuk dalam bagian dari Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS). TNKS adalah sebuah wilayah konservasi yang memiliki luas 1.484.650 hektare dan terletak di wilayah empat provinsi, yang mana sebagian besarnya berada di wilayah Jambi. TNKS sendiri merupakan bagian dari Pegunungan Bukit Barisan yang memanjang dari utara ke selatan di Pulau Sumatra.
Gunung Kerinci merupakan gunung tipe A aktif yang berada sekitar 130 kilometer arah Selatan Kota Padang. Tipe Letusan : Tipe Hawaii Bentuk Gunung : Gunung Strato atau Kerucut Tipe Erupsi : Erupsi Eksplosif Keaktifan Gunung : Tipe A
Pendakian Metta ini merupakan pendakian kedua kali kegunung Kerinci setelah tgl 25 desember 2014 tahun lalu gagal mencapai puncak karena situasi badai yang tidak menentu membuat Metta untuk menghentikan langkah cuma sampai di shelter 3 cadas kerinci
Kegagalan mencapai puncak Kerinci itu tidak menyurutkan langkah seorang anak kecil ini untuk belajar dari pengalaman yang di lalui dan tgl 24 - 26 desember 2015 Metta kembali mendaki gunung kerinci kembali.
Perjalanan di mulai dari desa kersik tuo dekat patung macan untuk dapat menuju pintu rimba
R10 tempat melapor
Pintu rimba
Pendakian dari pintu rimba ke puncak Kerinci harus melalui beberapa pos seperti pos 1 bangku panjang, pos 2 batu lumut, pos 3, shelter 1, shelter 2, shelter 3 cadas, tugu yudha baru puncak Kerinci
Pos Bangku Panjang 1890 mdpl
Pos Batu Lumut 2010 mdpl
Shelter 1   2505 mdpl
Santai sejenak di shelter 1
Shelter 2   3056 mdpl
Shelter 3 cadas 3351 mdpl
Sahabat seperjalanan di cadas
Pendakian cadas kerinci cukup menguras tenaga tapi tidak pernah mengurangi semangat Metta untuk mencapai puncak gunung berapi tertinggi di Indonesia. Selangkah demi selangkah kuayunkan langkah ini ditemani dengan kabut yang turun dan sahabat yang membantu Metta berjalan di tempat curam
Setelah melalui pendakian yang melelahkan ini akhirnya sampailah kami di tugu yudha
Kebersamaan yang indah bersama papa di tugu yudha
Puncak sudah di depan mata, dengan semangat yang tetap menyala tanpa mengenal lelah akhirnya anak kecil ini dapat menginjakkan kakinya di puncak gunung berapi tertinggi di indonesia ini, Terima kasih Tuhan dan teman - teman semua atas keberhasilan ini, Metta tidak dapat merangkai kata - kata biarkanlah photo yang berbicara dan menjadi saksi atas perjuangan seorang anak kecil belajar dari kegagalan dulu menjadi sebuah keberhasilan, sebuah pelajaran yang tidak mudah untuk menggapai sesuatu di perlukan tekad, semangat dan kemauan yang kuat untuk dapat mewujudkan suatu keinginan, sekarang kepercayaan diriku telah muncul dan siap untuk mengiringi langkah papaku untuk melihat bahwa Indonesia itu indah.
Puncak Kerinci 3805 mdpl tgl  25 desember 2015
Setelah santai dan berphoto kami segera turun ke shelter 2 tempat mendirikan tenda karena kabut semakin tebal dan asap belerang yang keluar dari dari dalam kawah semakin tebal. 
Rumah sederhanaku di alam jauh dari kebisingan
Bersama papaku yang tercinta
Bersama teman - teman
Teman - teman dari Jakarta
Kedai dekat pintu rimba
Turun dengan selamat di desa kersik tuo
Kerinci mengajarkan banyak hal tentang bertahan dalam dingin, badai, hujan, kabut dan angin kencang semua telah kau ajarkan kepadaku dan Rinjani juga telah mengajarkan kepadaku untuk dapat bertahan dalam panas yang terik. Semua itu telah dapat kulalui dengan baik karena setiap perjalanan pasti mempunyai cerita yang berbeda. Metta akan kembali lagi ke kerinci untuk dapat mengulang kembali cerita yang indah ini.

Kita banyak berjumpa dengan orang-orang dalam perjalanan hidup kita..
Mereka ditakdirkan untuk bertemu dengan berbagai alasan agar memainkan berbagai macam peran dalam proses perjalanan hidup kita
Beberapa mungkin tinggal untuk seumur hidup; seberapa orang lain mungkin hanya tinggal untuk sementara waktu.
Bisa saja perjumpaan dalam waktu yang tidak terlalu panjang malah meninggalkan kesan mendalam akan seseorang.
Kekal hanya milik sang ilahi, demikian juga kehadiran mereka dalam perjalanan tidak selalu berakhir menjadi ada dan menetap dalam hidup kita selamanya.
Orang-orang akan datang dan pergi dengan begitu cepat.
Namun pengalaman yang kita pelajari dari mereka akan tetap bersama karena pertemuan dan perkenalan manusia di atas muka bumi ini, pasti ada sebab dan pasti ada sesuatu yang telah Allah rencanakan dibalik itu.
Selagi kamu memiliki mimpi di tangan kanan, usaha di tangan kiri, dan keberanian dalam hati. Kamu akan berhasil mencapainya
Mimpi hanya akan menjadi mimpi belaka ketika itu hanya menjadi angan. Namun, dengan aksi dan kesungguhan, mimpi itu akan menjadi nyata. Seperti mimpi Metta yang kemudian menjadi nyata ketika ia berjuang meraihnya
Jangan terlalu cepat menciptakan batasmu, lewati itu! kamu pasti bisa melaluinya ...





Powered by Blogger.

Facebook Like

Labels

Definition List

Akun Google

Google Akun
Email:
Sandi:
Lupa kata sandi anda?