Saturday, January 16, 2016

Puncak kedua Metta Gunung Kerinci 3805 mdpl

Gunung Kerinci (juga dieja "Kerintji", dan dikenal sebagai Gunung Gadang, Berapi Kurinci, Kerinchi, Korinci, atau Puncak Indrapura) adalah gunung tertinggi di Sumatra, gunung berapi tertinggi di Indonesia, dan puncak tertinggi di Indonesia di luarPapua. Gunung Kerinci terletak di Provinsi Jambi yang berbatasan dengan provinsi Sumatera Barat, di Pegunungan Bukit Barisan, dekat pantai barat, dan terletak sekitar 130 km sebelah selatan Padang. Gunung ini dikelilingi hutan lebat Taman Nasional Kerinci Seblat dan merupakan habitat harimau sumatra dan badak sumatra.
Puncak Gunung Kerinci berada pada ketinggian 3.805 mdpl, di sini pengunjung dapat melihat di kejauhan membentang pemandangan indah Kota JambiPadang, dan Bengkulu. Bahkan Samudera Hindia yang luas dapat terlihat dengan jelas. Gunung Kerinci memiliki kawah seluas 400 x 120 meter dan berisi air yang berwarna hijau. Di sebelah timur terdapat danau Bento, rawa berair jernih tertinggi di Sumatera. Di belakangnya terdapat gunung tujuh dengan kawah yang sangat indah yang hampir tak tersentuh.
Gunung Kerinci merupakan gunung berapi bertipe stratovolcano yang masih aktif dan terakhir kali meletus pada tahun 2009.
Gunung Kerinci berbentuk kerucut dengan lebar 13 km (8 mil) dan panjang 25 km (16 mil), memanjang dari utara ke selatan. Pada puncaknya di sisi timur laut terdapat kawah sedalam 600 meter (1.969 kaki) berisi air berwarna hijau. Hingga sekarang, kawah yang berukuran 400 x 120 meter ini masih berstatus aktif.
Gunung Kerinci termasuk dalam bagian dari Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS). TNKS adalah sebuah wilayah konservasi yang memiliki luas 1.484.650 hektare dan terletak di wilayah empat provinsi, yang mana sebagian besarnya berada di wilayah Jambi. TNKS sendiri merupakan bagian dari Pegunungan Bukit Barisan yang memanjang dari utara ke selatan di Pulau Sumatra.
Gunung Kerinci merupakan gunung tipe A aktif yang berada sekitar 130 kilometer arah Selatan Kota Padang. Tipe Letusan : Tipe Hawaii Bentuk Gunung : Gunung Strato atau Kerucut Tipe Erupsi : Erupsi Eksplosif Keaktifan Gunung : Tipe A
Pendakian Metta ini merupakan pendakian kedua kali kegunung Kerinci setelah tgl 25 desember 2014 tahun lalu gagal mencapai puncak karena situasi badai yang tidak menentu membuat Metta untuk menghentikan langkah cuma sampai di shelter 3 cadas kerinci
Kegagalan mencapai puncak Kerinci itu tidak menyurutkan langkah seorang anak kecil ini untuk belajar dari pengalaman yang di lalui dan tgl 24 - 26 desember 2015 Metta kembali mendaki gunung kerinci kembali.
Perjalanan di mulai dari desa kersik tuo dekat patung macan untuk dapat menuju pintu rimba
R10 tempat melapor
Pintu rimba
Pendakian dari pintu rimba ke puncak Kerinci harus melalui beberapa pos seperti pos 1 bangku panjang, pos 2 batu lumut, pos 3, shelter 1, shelter 2, shelter 3 cadas, tugu yudha baru puncak Kerinci
Pos Bangku Panjang 1890 mdpl
Pos Batu Lumut 2010 mdpl
Shelter 1   2505 mdpl
Santai sejenak di shelter 1
Shelter 2   3056 mdpl
Shelter 3 cadas 3351 mdpl
Sahabat seperjalanan di cadas
Pendakian cadas kerinci cukup menguras tenaga tapi tidak pernah mengurangi semangat Metta untuk mencapai puncak gunung berapi tertinggi di Indonesia. Selangkah demi selangkah kuayunkan langkah ini ditemani dengan kabut yang turun dan sahabat yang membantu Metta berjalan di tempat curam
Setelah melalui pendakian yang melelahkan ini akhirnya sampailah kami di tugu yudha
Kebersamaan yang indah bersama papa di tugu yudha
Puncak sudah di depan mata, dengan semangat yang tetap menyala tanpa mengenal lelah akhirnya anak kecil ini dapat menginjakkan kakinya di puncak gunung berapi tertinggi di indonesia ini, Terima kasih Tuhan dan teman - teman semua atas keberhasilan ini, Metta tidak dapat merangkai kata - kata biarkanlah photo yang berbicara dan menjadi saksi atas perjuangan seorang anak kecil belajar dari kegagalan dulu menjadi sebuah keberhasilan, sebuah pelajaran yang tidak mudah untuk menggapai sesuatu di perlukan tekad, semangat dan kemauan yang kuat untuk dapat mewujudkan suatu keinginan, sekarang kepercayaan diriku telah muncul dan siap untuk mengiringi langkah papaku untuk melihat bahwa Indonesia itu indah.
Puncak Kerinci 3805 mdpl tgl  25 desember 2015
Setelah santai dan berphoto kami segera turun ke shelter 2 tempat mendirikan tenda karena kabut semakin tebal dan asap belerang yang keluar dari dari dalam kawah semakin tebal. 
Rumah sederhanaku di alam jauh dari kebisingan
Bersama papaku yang tercinta
Bersama teman - teman
Teman - teman dari Jakarta
Kedai dekat pintu rimba
Turun dengan selamat di desa kersik tuo
Kerinci mengajarkan banyak hal tentang bertahan dalam dingin, badai, hujan, kabut dan angin kencang semua telah kau ajarkan kepadaku dan Rinjani juga telah mengajarkan kepadaku untuk dapat bertahan dalam panas yang terik. Semua itu telah dapat kulalui dengan baik karena setiap perjalanan pasti mempunyai cerita yang berbeda. Metta akan kembali lagi ke kerinci untuk dapat mengulang kembali cerita yang indah ini.

Kita banyak berjumpa dengan orang-orang dalam perjalanan hidup kita..
Mereka ditakdirkan untuk bertemu dengan berbagai alasan agar memainkan berbagai macam peran dalam proses perjalanan hidup kita
Beberapa mungkin tinggal untuk seumur hidup; seberapa orang lain mungkin hanya tinggal untuk sementara waktu.
Bisa saja perjumpaan dalam waktu yang tidak terlalu panjang malah meninggalkan kesan mendalam akan seseorang.
Kekal hanya milik sang ilahi, demikian juga kehadiran mereka dalam perjalanan tidak selalu berakhir menjadi ada dan menetap dalam hidup kita selamanya.
Orang-orang akan datang dan pergi dengan begitu cepat.
Namun pengalaman yang kita pelajari dari mereka akan tetap bersama karena pertemuan dan perkenalan manusia di atas muka bumi ini, pasti ada sebab dan pasti ada sesuatu yang telah Allah rencanakan dibalik itu.
Selagi kamu memiliki mimpi di tangan kanan, usaha di tangan kiri, dan keberanian dalam hati. Kamu akan berhasil mencapainya
Mimpi hanya akan menjadi mimpi belaka ketika itu hanya menjadi angan. Namun, dengan aksi dan kesungguhan, mimpi itu akan menjadi nyata. Seperti mimpi Metta yang kemudian menjadi nyata ketika ia berjuang meraihnya
Jangan terlalu cepat menciptakan batasmu, lewati itu! kamu pasti bisa melaluinya ...





Friday, January 15, 2016

Puncak pertama Metta di Puncak Anjani 3726 mdpl Gunung Rinjani

Gunung Rinjani adalah gunung yang berlokasi di Pulau LombokNusa Tenggara Barat. Gunung yang merupakan gunung berapi kedua tertinggi di Indonesia dengan ketinggian 3.726 m dpl serta terletak pada lintang 8º25' LS dan 116º28' BT ini merupakan gunung favorit bagi pendaki Indonesia karena keindahan pemandangannya. Gunung ini merupakan bagian dari Taman Nasional Gunung Rinjani yang memiliki luas sekitar 41.330 ha dan ini akan diusulkan penambahannya sehingga menjadi 76.000 ha ke arah barat dan timur.
Secara administratif gunung ini berada dalam wilayah tiga kabupaten: Lombok TimurLombok Tengah dan Lombok Barat
Sungguh beruntung Metta bisa menginjakkan kaki di tempat pemandangan yang terindah ini, ada 3 jalur resminya Gunung Rinjani yang sering dilewati yaitu : Jalur Senaru, Jalur Sembalun Lawang dan Jalur Torean, Setelah mendarat di bandara international Lombok Metta berdua papa langsung menuju desa Sembalun dan menginap di Rinjani Basecamp Sembalun sambil melepas lelah selama perjalanan.
Tgl 18 Juli 2015
Pagi sekitar jam 10.00 wita kami memulai pendakian dari sembalun lawang di temani seorang porter yang kami pakai untuk membawa sebagian barang perlengkapan. Perjalanan dari pos ke pos (ada 3 pos ) sungguh menyiksa karena mendaki bukit - bukit ditemani dengan sinar mentari yang sangat terik. Tapi syukurlah semua itu tidak menyurutkan langkah metta dalam mencapai Plawangan Sembalun.
Inilah Gunung Rinjani yang terkenal itu
Rute Sembalun Lawang
 
Pendakian dari pos 3 menuju Plawangan
 Pemandangan puncak Anjani dari Plawangan

Plawangan Sembalun

Tgl 19 Juli 2015

Metta memulai pendakian ke puncak sekitar pukul 05.30 pagi, waktu start yang terlambat karena asyik terlelap dalam tenda karena kelelahan. Ternyata cadas yang dilalui cukup licin dan terjal untuk anak seusiaku membuatku hati - hati dalam melangkah

Sunrise di cadas
Santai bersama edelweis Rinjani di pendakian cadas
Perjalanan cadas yang melelahkan

Pendakian ke puncak Anjani benar - benar menguras tenaga metta, untung aku mempunyai seorang papa yang selalu mendorong dan memberi semangat ketika aku hampir putus asa dan menyerah dalam pendakian ini. Apalagi di tanjakan neraka menuju puncak naik selangkah merosot setengah langkah dan terjalnya jalan benar - benar mengujiku sebagai seorang manusia yang harus bisa mengalahkan diriku sendiri. Karena disini tidak ada yang bisa menolongku kecuali kemauan dan semangat yang ada dalam diriku untuk terus melangkah menggapai suatu keinginan dan tujuan yaitu puncak Anjani.

 Tanjakan neraka latar danau Segara Anak

Dengan segala sisa tenaga, semangat dan kemauanku yang kuat akhirnya selangkah demi selangkah Metta berhasil mencapai puncak Anjani 3726 mdpl tepat jam 12.30 WITA. Ini adalah puncak gunung pertamaku yang paling berkesan dan merupakan pengalaman yang tidak pernah kulupakan selama hidupku.

Photo Metta di puncak Anjani 3726 mdpl

Inilah cerita indah antara Metta, Papa dan Langit Biru


 Photo pemandangan di puncak Anjani 3726 mdpl

Tgl 20 Juli 2015

Pagi harinya kami berjalan dari plawangan menuju danau Segara Anak, jalur turunnya ini cukup berbahaya karena banyak sekali bebatuan dan pasir yang licin, pemandangan juga luar biasa dengan bukit - bukit mengelilingi kami, semua ini tidak bisa Metta lukiskan dengan kata - kata, Setelah 3 jam perjalanan ke bawah sampai Metta di danau Segara Anak yang indah ini, sebentar saja bermain ke sini dan kami harus mendaki lagi 3 jam menuju Plawangan Senaru karena mengejar waktu

  
 Danau Segara Anak

Tgl 21 Juli 2015

Paginya setelah makan, kamipun turun menuju desa Senaru. Perjalanan turun kesini sangat enak dan tidak begitu curam. Sungguh suatu keberuntungan buat Metta bisa merasakan kedua jalur pendakian gunung Rinjani ini dan melihat keindahan ciptaan Tuhan secara langsung, banyak yang Metta pelajari dari perjalanan ini semoga dapat menjadi bekal untukku menuju dewasa. Beginilah cerita indah antara Metta dengan Papa disaksikan oleh langit biru sungguh suatu kebahagiaan yang tidak bisa ditukar dengan apapun dan tidak bisa dilukiskan dengan kata - kata.

 
 
Pintu Senaru


Gunung memiliki ketinggian masing²
Air memiliki kedalaman masing²
Tidaklah perlu saling membandingkan, karena setiap orang juga punya kelebihan masing².

Angin memiliki sifat yg bebas,
Awan memiliki kelembutan Tidaklah perlu kita meniru, setiap orang juga memiliki sifat masing².

Raihlah apa yg kita anggap bisa membawa kebahagiaan
Jagalah apa yg kita anggap pantas.
Hargailah apa yg kita anggap suatu keberuntungan
Ikuti kata hati, agar tidak ada penyesalan dalam hidup.

Manusia punya 1 jalan :
    Jalanilah jalan sendiri

Manusia punya 5 kalimat hidup :
    walau susah tetap berusaha,
    walau sudah baik, tetap harus bersahaja,
    walau serba kurang juga harus percaya diri,
    walau berkelebihan juga harus hemat,
    walau kedinginan, hati harus tetap hangat.

Tetap SEJUK di tempat yang Panas..
• Tetap MANIS di tempat yang begitu Pahit..
• Tetap merasa KECIL meskipun telah menjadi Besar.. dan
• Tetap TENANG di tengah Badai yang paling Hebat..

ingatlah kalimat " YANG INI PUN AKAN BERLALU "












Powered by Blogger.

Facebook Like

Labels

Definition List

Akun Google

Google Akun
Email:
Sandi:
Lupa kata sandi anda?